Transformasi Digital Dalam Dunia Pendidikan

04 February 2020 Articles, Edutech, News

Dunia kini sedang menuju transformasi dari Revolusi Industri 3.0 ke Revolusi Industri 4.0 dengan segala tantangan yang ada. Dimana unsur digital memegang peran transformasi tersebut. Tidak ada satu negara pun yang sanggup untuk menghindari transformasi tersebut, termasuk Indonesia.

Lalu apakah transformasi digital perlu dilakukan dalam dunia pendidikan?

Jika kita lihat secara seksama, kemajuan teknologi tidak terbendung, semakin banyak munculnya aplikasi/perangkat lunak bagi pendidikan terutama dikeluarkan oleh para raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft yang sehari-hari produknya tidak lepas dari aktivitas kita. Oleh karenanya maka jawabannya adalah Ya, dunia pendidikan harus mengikuti transformasi ke arah digital.

Dalam konteks teaching delivery. Prakteknya tidak semua materi dapat disampaikan secara digital tetapi paling tidak, digitalisasi akan mempermudah Guru dan peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran. Terlebih telah munculnya paradigma Pendidikan di Abad 21.

Transformasi digital tidak semata-mata menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran, akan tetapi lebih dari itu. Peserta didik harus mampu berpikir secara komputasi atau yang lebih dengan dengan Computational Thinking (CT). Perlu diketahui CT akan menjadi salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh setiap peserta didik di masa depan mereka.

Computational Thinking (CT) adalah proses berpikir yang diperlukan dalam memformulasikan masalah dan solusinya, sehingga solusi tersebut dapat menjadi agen pemroses informasi yang efektif dalam menyelesaikan masalah (2011, Jeannette). 

Jika ditelaah lebih dalam mengenai definisi tersebut dapat kita lihat bahwa CT merupakan sebuah proses pemikiran yang terlepas dari teknologi serta merupakan metode penyelesaian masalah yang dirancang untuk dapat diselesaikan dan dijalankan oleh manusia, komputer maupun keduanya.

Sebuah perusahaan teknologi terbesar saat ini juga telah menyampaikan bahwa CT merupakan salah satu kompetensi yang akan diperlukan oleh seseorang karena mereka akan menghadapi persoalan-persoalan baru yang mungkin saat ini belum pernah dihadapi oleh generasi saat ini dan itu harus mulai dilatih saat ini.

Perlu kita ingat juga bahwa teknologi pada dasarnya hanya alat bantu dalam melakukan sebuah proses pembelajaran tetapi yang paling penting untuk diimplementasikan adalah bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran berdampak pada change behavior (perubahan perilaku) peserta didik sesuai potensi dan talenta yang telah dimiliki dan hal tersebut tergantung kemampuan Guru dalam menyusun desain instruksional proses pembelajaran.

Tantangan dunia pendidikan yang semakin berat juga menambah alasan salah satunya adalah belum maksimalnya sinergitas dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri.

Transformasi digital dunia pendidikan merupakan salah satu cara dalam menjawab tantangan tersebut karena itulah yang akan dimasuki generasi pengganti kita yaitu generasi digital dan tentunya transformasi digital merupakan salah satu langkah awal untuk Merdeka belajar. Lalu bagaimana sekolah untuk dapat melakukan transformasi digital? Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan menurut penulis:

  1. Guru perlu diperkaya dengan CT dan implementasinya dalam proses pembelajaran karena bagaimanapun hal tersebut tidak akan lepas dari pemahaman Guru mengenai CT.
  2. Guru perlu memahami penggunaan teknologi di dalam kelas dan menghapus paradigma jika teknologi sulit untuk diimplementasikan di kelas.
  3. Guru perlu memberdayakan teknologi yang ada di tangannya bukan cuma sekedar menggunakan teknologi yang cangih tetapi tidak mampu digunakan oleh Guru sehingga menjadi sia-sia.
  4. Gunakan metode learn how to learn (belajar cara belajar) karena metode ini akan mendorong Guru untuk mengintegrasikan berbagai cara dalam mencari informasi termasuk mengintegrasikan dengan teknologi.
  5. Pimpinan sekolah sedapat mungkin mampu memberikan motivasi kepada para Guru akan pentingnya transformasi digital dalam dunia pendidikan.

Tentunya banyak hal yang dapat dilakukan dalam melaksanakan transformasi digital di kelas oleh sekolah maupun Guru, hal tersebut tergantung sejauh mana keinginan dari sekolah untuk melakukan transformasi. Perlu diingat bahwa bukan Guru yang akan merasakan manfaatnya di masa yang akan datang tetapi para peserta didik setelah mereka masuk ke dalam era mereka yaitu era digital.

Salam Merdeka Belajar.

Poltak Efrisko Butar Butar

Add Comment