Pentingnya Refeksi dalam pembelajaran
Refleksi merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah pembelajaran tetapi terkadang sering dilupakan dalam proses pembelajaran, padahal dengan refleksi kita bisa dapat mengetahui apakah proses pembelajaran yang sudah kita lakukan berhasil atau tidak, sejauh mana materi yang diserap oleh murid dan dari refleksi menjadi acuan bagi kita dalam mempersiapkan diri untuk mempersiapkan proses pembelajaran berikutnya.
Dari pengalaman penulis dalam melakukan beberapa supervisi di berbagai sekolah, banyak guru yang meninggalkan refleksi dengan beberapa alasan, salah satunya adalah waktu yang tidak cukup karena harus masuk ke mata pelajaran berikutnya. Dan jika beberapa guru melakukan refleksi tetapi masih dengan metode yang sama sehingga murid merasa monoton. Berikut ini beberapa refleksi yang dapat kita lakukan di kelas.
- Refleksi 3-2-1
Murid diminta untuk menuliskan 3 hal yang telah dipelajari, 2 hal yang masih membingungkan, dan 1 hal yang menarik. Metode ini dapat diintegrasikan dengan teknologi seperti Mentimeter, Padlet dan lain-lain
- Exit Ticket
Sebelum keluar kelas, siswa menjawab pertanyaan 1-2 pertanyaan singkat:
- Apa yang kamu pelajari hari ini?
- Mana bagian yang sulit untuk kamu pahami atau praktekkan?
- Refleksi Non Verbal
Ini bisa menggunakan simbol-simbol yang sudah disiapkan oleh Guru. Contohnya dengan menyiapkan gambar jempol untuk yang sudah memahami sepenuhnya materi aja, Gambar Jempol kebawah untuk bagian materi yang belum dipahami oleh murid, dan tangan dikepal untuk yang merasa cukup memahami materi. Guru dapat juga dengan menggunakan emoticon jika menggunakan smartphone atau computer/laptop di kelas. Selain itu, jika menggunakan smartphone guru dapat juga menggunakan sistem polling yang ada di aplikasi WhatsApp sehingga guru mendapatkan data berapa murid yang sudah memahami, berapa murid yang cukup memahami dan berapa banyak yang belum memahami materi yang diajarkan.
- One Word Reflection
Setiap siswa menyebutkan 1 kata yang mewakili perasaan/pemahamannya:
“Senang”, “Bingung”, “Menantang”, “Seru”. Ini bisa dilakukan dengan waktu yang relatif singkat sehingga guru tidak beralasan kalau kehabisan waktu sehingga tidak sempat melakukan refleksi.
- Refleksi Mendalam (Deep Learning)
Metode ini dapat digunakan untuk pembelajaran yang berbasis project ataupun berbasis masalah. Dalam metode ini guru meminta murid dengan menjawab pertanyaan:
What? Apa yang telah kamu pelajari
So What? Mengapa hal itu menjadi penting
Now What? Apa langkah selanjutnya
Metode ini dapat diintegrasikan dengan teknologi seperti Google form ataupun dengan menggunakan LMS sekolah. Sehingga guru dapat melihat jawaban murid dengan cepat untuk dianalisa sebelum masuk ke dalam materi selanjutnya.
- Refleksi berbasis 4C
Metode ini dilakukan dengan meminta murid untuk menjawab pertanyaan tentang 4C yang seharusnya mereka kuasai dari proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Adapun contoh pertanyaanya seperti berikut:
- Creativity: Apa ide barumu?
- Critical Thinking: Masalah apa yang kamu pecahkan?
- Communication: Bagaimana kamu menyampaikan ide barumu ke sekitarmu?
- Collaboration: Bagaimana timmu bekerja dalam menyelesaikan projek?
Tentunya banyak sekali metode refleksi yang dapat kita lakukan tergantung dari sejauh mana guru dapat mendalami beberapa metode refleksi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Satu hal yang perlu kita ingat yaitu, refleksi bukan pelengkap proses pembelajaran tetapi bagian penting dalam proses pembelajaran.
Add Comment