Articles

Menanti Kurikulum Terbaik

Hampir dua tahun proses pembelajaran dilakukan dengan cara berbeda dengan tantangan yang luar biasa.¬†Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi pun berusaha melakukan terobosan-terobosan baru seperti melalui sekolah penggerak, organisasi penggerak, guru penggerak serta mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satu yang mendapat perhatian lebih adalah kurikulum sekolah seiring dengan terjadinya learning loss yang terjadi selama pandemi sehingga terlihat kualitas pendidikan semakin terpuruk. Saat ini di Indonesia ada 3 kurikulum yang dapat diimplementasikan oleh sekolah yakni Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan yang terbaru adalah Kurikulum Prototipe (digunakan pada sekolah penggerak). Kurikulum prototipe diharapkan dapat menjadi semangat baru khususnya kepada peserta didik dan kembali memulihkan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui kurikulum prototipe akan mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberikan ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar sehingga diharapkan peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar dan mampu menghasilkan suatu hasil karya nyata melalui proyek yang dikerjakan. Pemerintah pun gencar mendorong banyak sekolah untuk dapat mengimplementasikan kurikulum prototipe. Lantas pertanyaannya apakah kurikulum prototipe adalah kurikulum terbaik?. Sayangnya belum dapat dijawab saat ini karena menilainya memerlukan waktu paling tidak 2 hingga 3 tahun kedepan untuk melihat proses serta hasilnya. Bagaimana dengan para guru? bagi para guru kurikulum prototipe tidak hanya menjadi tantangan baru namun juga berbeda. Guru harus lebih luwes dalam melakukan proses belajar mengajar artinya pendekatan pembelajaran antar siswa tidak dapat disamakan. Guru dituntut untuk mampu melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. Oleh karena itu penting bagi guru untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu melalui pengembangan diri secara mandiri atau pengembangan secara terarah misal mengikuti pembinaan dan pelatihan yang diadakan oleh pemerintah atau lembaga-lembaga pelatihan yang memiliki kemampuan dalam pengembangan kualitas guru baik dari sisi softskil mupun hardskill. Sebagai langkah awal guru harus memotivasi diri bahwa pengembangan diri bagian dari upaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta didik. Tidak mudah memang pada saat menjalaninya, tapi kita yakin bahwa guru sebagai ujung tombak pendidikan selalu memiliki semangat yang luar biasa demi memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.¬† Salam merdeka belajar.  

Hybrid Learning pada PAUD dan TK

Mengintegrasikan Hybrid Learning dengan Flip Classroom

Dokumentasikan Portofolio dengan Google Sites

Proses Pembelajaran Yang Tepat

Perlukah Kompetensi Digital untuk Warga Negara

Saatnya Menjadi Produsen Ilmu

Tetap Semangat Generasi Pengganti Indonesia

Belajar Mandiri

1 2 3 9