BELAJAR DESAIN DI TENGAH KECANGGIHAN AI
BELAJAR DESAIN DI TENGAH KECANGGIHAN AI
Ada sebuah pertanyaan yang disampaikan seorang murid kepada guru komputernya yang pada saat itu sedang mengajarkan aplikasi untuk mendesain sebagai bagian dari materi kurikulum tecnopreneur. Adapun pertanyaannya kurang lebih seperti berikut “ Pak, untuk apa saya belajar menggunakan aplikasi ini (photoshop, Ilustrator,dan InDesign) sekarangkan sudah ada AI, tinggal masukkan prompt maka gambar apapun bisa langsung jadi dalam hitungan menit?”. Tentunya bagi guru computer yang mengajar desain mungkin juga mendapatkan pertanyaan yang sama dari muridnya. Lalu bagaimana kita menjawabnya?
Andri Wongso mengatakan bahwa harga sesungguhnya dari sebuah usaha/kesuksesan bukanlah hasil akhir melainkan proses pencapaian usaha. Begitu pula dalam belajar desain, sesungguhnya yang akan diberikan kepada siswa bukanlah semata-mata cara membuat gambar yang bagus atau hasil karya yang baik tetapi adalah proses dalam membuat karya mereka. Dalam desain sesungguhnya bukan hanya sekedar mendidik anak-anak menjadi hebat dalam bidang desain tetapi lebih dari itu, anak-anak diajarkan untuk menghargai sebuah proses membuat gambar yang baik dan menghargai hasil karya yang lebih baik dari karyanya. Anak-anak harus menyadari bahwa gambar yang ada di sekelilingi kita tidak semata-mata langsung jadi dan semua orang akan berdecak kagum melihatnya tetapi untuk menciptakan itu dibutuhkan proses yang panjang dari pemilihan temanya, pemilihan warnanya, ide yang jujur bukan menjiplak hasil karya orang lain dan hal-hal lain yang tentunya proses tersebut akan digunakan oleh anak-anak untuk meraih masa depan sesuai dengan impian mereka. Dengan kata lain denganbelajar desain mereka sedang belajar mengenai sebuah proses dan menghasilkan karya dari hasil pemikiran dan tangan sendiri.
Satu hal lagi yang perlu diingat adalah sebuah karya yang lahir dari hati jauh lebih indah daripada sebuah karya yang lahir hanya dari kecanggihan sebuah teknologi termasuk dalam hal ini dengan kehadiran dengan AI (Artificial intelligence). Memang benar dengan kehadiran dari AI kita bisa membuat sebuah gambar, video dan lain-lain dengan sangat mudah dan cepat, tetapi perlu diingat bahwa teknologi tidak akan bisa membuat sebuah karya melebihi dari penciptanya sendiri. Hal ini juga berlaku dalam sebuah desain, karya desain yang dibuat dari hati, hasilnya pasti akan berbeda dengan desain yang dibuat dengan teknologi. Gambar yang dibuat AI memang lebih cepat tetapi hasilnya akan berbeda jika kita buat dan proses dengan tangan dan pemikiran kita sendiri karena pada dasarnya AI tidak melakukan proses seperti yang dilakukan oleh manusia tetapi dia hanya mengenerate dari data-data gambar yang ada di dunia maya, sehingga hasilnya pun tidak bisa dikatakan sebagai hasil karya ataupun kita claim sebagai hasil dari pekerjaan kita sendiri tetapi itu adalah hasil dari teknologi yang kita gunakan. Artinya hasil AI tidak lebih bernilai dibandingkan dengan hasil karya manusia.
Segala sesuatu yang dihasilkan dengan pemikiran, tangan dan hati kita sendiri akan jauh lebih bernilai dibandingkan dengan teknologi karena itu seseorang yang belajar desain dengan menggunakan aplikasi konvensional sama saja sedang belajar menggunakan pemikiran, tangan dan hati yang telah diberikan Tuhan bagi kita sehingga hasilnya jauh akan lebih bernilai dan berharga.Selamat Berkarya

Add Comment