Pentingnya Pendidikan Karakter

06 February 2026 Articles

Ada sebuah berita dukacita dalam pendidikan kita yaitu seorang siswa kelas IV sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas gantung diri di pohon cengkih. Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi korban berusia 10 tahun berinisial YBR tersebut. Tentunya ini menjadi berita yang sangat memprihatinkan dan menyedihkan dalam perjalanan dunia Pendidikan di Indonesia. Banyak tokoh yang memberikan respon atau pernyataan mengenai kejadian ini yang tentunya diawali dengan ucapan dukacita.

Kejadian ini menambah daftar cerita kelam dalam dunia pendidikan, dimana sebelumnya tindakan-tindakan kekerasan terjadi di dunia pendidikan yang melibatkan guru dan murid. Hal ini tentunya menjadi alarm bagi dunia pendidikan kita supaya dapat berbenah demi anak-anak Indonesia di masa yang datang terutama anak-anak yang masih tinggal di daerah yang belum Sejahtera. Tidak dapat dipungkiri kejadian ini dilatarbelakangi beberapa faktor dan salah satunya karena keluarga memang merupakan keluarga tidak mampu sehingga tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya. Hal ini menunjukkan ternyata kita juga ada persoalan lain yang dihadapi oleh dunia pendidikan kita selain kebutuhan makanan bergizi yang saat ini sudah diatasi oleh Pemerintah dengan program MBG (Makanan Bergizi Gratis).

Kasus ini juga mengingatkan kita akan pentingnya pendidikan karakter dalam dunia pendidikan kita, jika anak-anak didukung dengan pendidikan karakter yang baik tentunya dia tidak akan berpikir untuk bunuh diri bahkan dia akan berpikir keras dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Dalam mengimplementasikan pendidikan karakter memang tidak hanya mengandalkan sekolah semata tetapi harus melibatkan semua pihak yang terkait dengan murid, dalam hal ini adalah keluarga, lingkungan terdekat dan pemerintah sendiri juga harus terlibat aktif dalam menjalankan pendidikan karakter artinya semua harus mampu menjadi pelaku pendidikan karakter dan tidak hanya cukup dijadikan mata Pelajaran tetapi harus ditunjukkan dengan keteladanan dalam hidup sehari-hari. Misalkan jika seorang anak kita harapkan dia memiliki karakter seorang pekerja keras tentunya di lingkungan sekitar juga harus menunjukkan Masyarakat yang pekerja keras bukan sebaliknya kita mengharapkan anak-anak kita memiliki karakter pekerja keras tetapi di lingkungan sekitarnya banyak penganguran atau banyak anak-anak muda yang siang dan malam hanya nongkrong saja di warung kopi bahkan terkesan menggangu lingkungan sekitarnya.

Hal lain yang perlu dilakukan saat ini adalah pentingnya pendidikan keluarga dimana orang tua harus sama -sama belajar untuk dapat mendidik anak-anak mereka dan menamamkan karakter yang baik kepada mereka. Salah satu langkah yang dapat dilakukan dengan membuka kelas atau workshop tentang bagaimana berbicara dengan anak-anak Gen Z dan Alpha? karena berbicara kepada generasi ini menjadi sebuah tantangan tersendiri karena perbedaan zaman dan kemajuan teknologi yang terus berkembang saat ini. Komunikasi menjadi langkah awal dalam melaksanakan pendidikan karakter, dengan komunikasi yang baik tentunya kita akan dapat dengan lebih mudah dalam menanamkan karakter lain kepada anak-anak kita. Moment ini seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengimplementasikan pendidikan karakter di seluruh segmen pendidikan di Nusantara ini sehingga kita tidak menyaksikan lagi Indonesia kehilangan anak-anak negeri dengan cara yang tidak terperi. Salam Merdeka Belajar

Add Comment