Pertanyaan Pemantik

22 June 2026 Articles

Tentunya para pendidik sejak kurikulum merdeka diimplementasikan sudah tidak asing lagi dengan pertanyaan pemantik apalagi setelah pemerintah meminta para guru untuk menggunakan pendekatan Deep Learning dimana pertanyaan pemantik menjadi suatu bagian penting dalam menggunakan pendekatan ini sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tentunya pertanyaan pemantik yang tepat akan menjadi kunci untuk mengaktifkan pengetahuan awal, membangkitkan rasa ingin tahu, dan menjembatani pengalaman yang lama dengan materi. Dengan pertanyaan pemantik juga dapat menjadi salah satu motivasi dari murid dalam menerima materi baru yang akan disampaikan oleh guru di kelas. Dari penjabaran tersebut sangat terlihat bahwa pertanyaan pemantik memiliki peranan penting dalam metode pembelajaran terlepas dari apapun metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi ajar.

Dalam pembelajaran mendalam (Deep Learning) pertanyaan pemantik memiliki peranan penting yaitu:

  • Memicu koneksi neurologis antara pengetahuan lama dan baru, menciptakan pemahaman yang lebih dalam dan bertahan lama.Hal ini berakar dari teori belajar konstruktivisme dan neurosains pendidikan. Secara neurologis, ketika seorang siswa menerima informasi baru, otak tidak menyimpannya dalam ruang kosong. Informasi baru akan berusaha dihubungkan dengan jaringan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya.
  • Menciptakan “ketegangan kognitif” yang memotivasi siswa untuk mencari tahu dan menyelesaikan pertanyaan yang menggugah. Ketegangan kognitif (cognitive dissonance atau cognitive conflict) adalah kondisi psikologis di mana seseorang menghadapi kontradiksi antara apa yang sudah diketahuinya dengan informasi atau pengalaman baru yang tidak sesuai. Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman, dan rasa tidak nyaman ini adalah pemicu utama motivasi intrinsik untuk belajar.
  • Menggeser peran guru dari sumber informasi menjadi fasilitator berpikir yang membimbing siswa menemukan pengetahuan sendiri. Transformasi pedagogi dari paradigma pengajaran tradisional ke paradigma pembelajaran modern. Perubahan peran ini bukan sekadar perubahan istilah, tetapi perubahan radikal dalam cara guru memandang tugasnya.

Dalam implementasinya sendiri pertanyaan pemantik juga memiliki jenis dan terkadang tidak semua guru dapat memahami ini sehingga ada guru yang merasa sudah melakukan pertanyaan pemantik namun sebenarnya pertanyaan tersebut bukanlah pertanyaan pemantik melainkan pertanyaan biasa. Pada dasarnya ada empat jenis pertanyaan pemantik yaitu:

  • Pertanyaan Pengalaman untuk aktivasi prior knowledge: “Pernahkah kalian melihat…? Ceritakan!” atau “Apa yang kalian lakukan saat…?”
  • Pertanyaan Prediktif untuk membangun hipotesis: “Apa yang akan terjadi jika…?” atau “Menurutmu, mengapa…?” mendorong siswa berpikir kritis
  • Pertanyaan Kontradiktif untuk memicu keingintahuan: “Mengapa benda ini bisa terapung padahal berat?” atau “Bisakah kita hidup tanpa aturan? Buktikan!”
  • Pertanyaan Analitis untuk mendorong hubungan antar konsep: “Apa hubungan antara… dan… dalam kehidupan sehari-hari?” mengajak analisis mendalam

Guru dapat memilih pertanyaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan dari guru itu sendiri sehingga pertanyaan pemantik dapat lebih tepat sasaran dan mendorong murid untuk belajar dan termotivasi dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Salam Merdeka Belajar.

Add Comment