#binus creates

Masih Perlukah Virtual Classroom?

Saat ini sekolah sudah melakukan tatap muka setelah hampir 2 tahun berpindah ke pembelajaran online, lalu yang menjadi pertanyaan adalah apakah masih dibutuhkan Virtual Classroom? Pertanyaan ini mungkin muncul di benak dari para Guru saat ini dan pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana nasib virtual classroom yang pernah dibuat oleh Guru saat pembelajaran berjalan secara online?.  Virtual classroom tetap dapat digunakan walaupun proses pembelajaran sudah berlangsung secara tatap muka karena virtual classroom merupakan sebuah langkah awal dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran dan itu sudah dimulai oleh para Guru di masa pandemi dan merupakan sebuah perubahan positif walaupun diawali dalam situasi pandemi dengan beraneka ragam tantangan. Ada beberapa alasan kenapa virtual classroom itu tetap digunakan walaupun belajar tatap muka telah dilaksanakan, seperti:   Kelas tidak terbatas ruang kelas. Dengan virtual classroom akan membuat kelas kita menjadi lebih besar, tidak hanya seukuran kelas kita di sekolah tetapi dunia ini bisa menjadi kelas kita dan tentunya hal ini akan membawa dampak dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh Guru khususnya dalam pengalaman belajar peserta didik serta materi ajar yang tidak hanya sebatas buku teks yang dipegang oleh peserta didik.   Belajar bisa dimana saja dan kapan saja. Virtual classroom akan membuat peserta didik tidak hanya belajar di kelas saja atau hanya mengerjakan pekerjaan rumah/tugas di rumah tetapi dia bisa belajar dimana dan kapan saja, disaat dia ingin atau siap belajar dan itu secara tidak lansung akan membawa anak pada proses menuju belajar secara mandiri dan yang pasti dia akan belajar disaat dia sudah siap belajar dan tanpa paksaan.  Keterlibatan Guru dan Peserta didik. Pada virtual classroom akan membuat hubungan antara Guru dan peserta didik tidak hanya terjalin pada saat mereka berinteraksi di kelas saja tetapi mereka dapat saling berkomunikasi melalui virtual classroom kapan saja mereka inginkan khususnya yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Belajar lebih fleksibel. Jika dalam kelas tradisional tentunya peserta didik yang berhalangan hadir di kelas dikarenakan berbagai hal seperti banjir, sakit, atau ada halangan lain akan membuat mereka kehilangan materi dalam pertemuan tersebut. Dengan virtual classroom tentunya hal ini bisa dihindarkan karena mereka bisa mengikuti proses pembelajaran tanpa harus hadir di kelas. Pengembangan metode pembelajaran. Belajar dengan cara yang berbeda akan membuat para Guru menyesuaikan metode belajar yang tepat untuk digunakan dalam kelasnya dan dengan virtual classroom akan menambah metode-metode pembelajaran yang dapat kita gunakan dalam melaksanakan proses pembelajaran seperti flip classroom, gamification, design thinking, dan lain sebagainya.   Selain alasan diatas, bagaimanapun Guru dan dunia pendidikan di Indonesia seharusnya sudah mempersiapkan diri dalam memasuki pendidikan Abad 21 atau bisa dikatakan pendidikan modern. Dunia sudah siap melakukan pendidikan melalui metaverse yang tentunya akan memberikan dampak baru lagi dalam dunia pendidikan, dan jika hal-hal yang mengarah ke teknologi yang sekarang sudah di depan mata saja kita tidak dapat kita maksimalkan dengan baik maka gap pendidikan kita akan terus semakin jauh dibandingkan dengan negara-negara lain.       

Mengapa Harus Bergabung Dalam Komunitas Guru?

Teacher Professional Development (TPD) Merdeka Mengajar

Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Memanfaatkan Sosial Media

Lomba Konten Digital Untuk Guru

Sudahkah Menjadi Guru Yang Dirindukan?

Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah  

Digital Teacher Test & Digital Teacher Learning

Pelatihan Pembuatan Video Animasi Dengan Powtoon Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Sint Carolus

1 2 3 4 12